Wah sudah lama sekali tidak bikin tulisan dan karya-karya aneh di sini. Sebenarnya banyak waktu yang bisa saya pergunakan buat berbagi cerita, informasi dan lain-lain, tapi tidak saya lakukan. Setiap terpikir untuk bikin tulisan, semua kata-kata udah pada ngantri dikepala buat dikeluarin. Eh pas saya buka laptop dan bersiap untuk mengetiknya, kata-kata itu rebutan keluar tanpa memperdulikan yang lain, saling menginjak, berdesakan, dan kehilangan kendali (agak berlebihan memang). Akhirnya saya bingung mana duluan yang mau dipake dan dicerna, ujung-ujungnya lupa tadi apa ya yang mau dibahas. Sepertinya tanda-tanda penuaan dini hihihi..
Sebenernya postingan ini sudah di rencanakan dari beberapa hari yang lalu, tapi baru sempat di postingkan sekarang. Tanggal 20 Desember kemarin saya dan sang pacar genap sudah setahun berpacaran. Syukur Alhamdulillah kami bisa melewatinya dan masih tetap bersama.
Kalau di inget-inget lagi kebelakang setelah pacaran 10 bulan saya langsung tunangan. jadi agak sedikit berbeda waktu pacaran yang biasa dengan pacaran yang sudah bersetatus tunangan,,,( hehehe kalu nikah waaaah pastinya beda lagi ceritanya betul betul betul).
Dibilang berat memang berat sekali perjalan kisah kita, jika di buatkan novel pasti gak akan muat satu buku dan jika dibuatkan film pasti gak akan cukup 100 episod ( hahaha lebay dot kom ) tapi beneran lho meskipun hubungan kita baru satu tahun,tapi uuuuuuukh banyak banget kejadian-kejadian suka dan duka yang sering kita lewati.
Kalau boleh jujur pacaran saya kali ini benar-benar memberikan suatu pelajaran untuk sabar melatih emosi, belajar untuk selalu mengalah dan belajar untuk dewasa. Masalah demi masalah yang saya alami sampai akhirnya menemukan titik kedamaian dari masalah tersebut dan itulah yang membuat kedewasaan saya naik satu tingkat dan seterusnya ( berlebihan memang ).
Berbagai macam perbedaan pendapat yang membuat kita ingin menang sendiri dan tidak ada rasa ingin saling mengalah menjadi penyebab seringnya kita betengkar.
Sifat kita yang terkadang sama-sama mempunyai ego tingkat tinggi membuat kita lebih ingin memperlihatkan siapa sich diri kita sebenernya, misalnya :
Saya ini anak bungsu, terkadang saya ini orangnya manja dan terkadang pula gak mau diatur. Sedangkan sang pacar dia anak pertaman, terkadang dia orangnya selalu ingin dituruti apa kemauan dia dan terkadang pula ingin selalu mengatur.
Memang benar Allah SWT menciptakan pasangan itu dengan kelebihan dan kekurangannya, kekurangan inilah yang membuat saya banyak belajar untuk berusaha membawa hubungan ini menjadi baik dari yang lebih baik. Semakin berjalannya waktu Alhamdulillah sedikit demi sedikit saya dan sang pacar bisa berusaha belajar lebih baik dari setiap permasalahan yang kita ciptakan sendiri.
Oia Anniversery kali ini benar-benar menyedihkan, kita gak bisa merayakan berdua secara langsung, sang pacar dapat tugas di kalimantan. Sedih banget gak kaya pasangan yang lain merayakan Anniversery berdua dalam suasana yang romantis tapi enggak buat kita. Sedangkan kita dalam tempat yang berjauhan... tapi gak apalah meskipun saat ini kita lagi tapi rasa sayang dia dihati ini bisa terasa ko, mudah2n dia juga merasakan rasa sama seperti saya.
Saya hanya bisa berharap mudah2n dihari jadi kali ini bisa memberikan suatu arti saling memiliki antara kita sehingga bisa mengantarkan kita kehubungan yang lebih baik dan lebih diridoi Allah SWT, mudah-mudahan lebih saling mengerti dan pengerhtian, saling mencintai dan menyayangi, juga bisa saling mengerti satu sama lain. Gak ada satupun yang bisa menggantikan arti berhargarnya hidup ini kecuali dengan adanya rasa saling mikaAsah, mikaAsih sareung mikaAsuh. ( buat yang gak mengerti bahasa sunda silahkan tanya aja ke emak bapakmu yang ngerti sunda,, hehehehe )




