Rabu, 24 November 2010

sedih senang jd resepsionis

numpang berfose ah... ;)

menjadi seorang resepsionis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam sebuah lembaga, institusi atau perusahaan yang harus bisa bekerja profesional, sopan dan terampil.
Seperti itu pula saya pada saat ini, berangkat jam 08.00 dan pulang jam 17.00 dilanjutkan lkuliah dari jam 17.00 sampai dengan jam 22.00, setiap hari begitulah aktivitas saya yang penuh dengan tanggung jawab yang penuh seharian. tetapi karena amanah ini adalah sebuah panggilan untuk saya maka dengan senang hati saya jalani saja. Pada awalnya bekerja sebagai seorang resepsionis adalah pekerjaan yang enjoy menurut saya, apalagi disamping kerja saya masih kuliah jadi disela-sela waktu yang kosong bisa dimanfaatkan untuk belajar ataupun mengerjakan tugas perkuliahan.

Sedikit info yach,,, saya lulus SMA tahun 2008, kebilang masih muda kan? Hehe, dan langsung melanjutkan kuliah ke ASM ARIYANTI Bandung, pertama daftar saya ambil kelas reguler, dan pada saat pertengahan semester satu saya ditawari seseorang, dia adalah salah seorang karyawan TU Diploma Satu di kampus tersebut, awalnya saya bingung, ambil jangan? Ambil jangan ?, karena tadinya saya ingin fokus dulu untuk belajar, tapi saking meyakinkannya tawaran dari Bpk Budi yang baik hati itu ( bukan nama sebenernya ) akhirnya ya sudahlah saya mau coba, mudah-mudahan Allah kasih yang terbaik.
At last saya ikut interview dan ternyata teman-teman sekampus pun banyak yang ikut juga yaa walaupun beda jurusan dan beda semester.
Dan endingnya saya keterima sodara-sodara, alhamdulillah, tapi jujur saya masih bingung apa saya ini tergolong orang yang beruntung atau ???? langsung dech saya kabarin mamah,

“ mak,,, vi keterima kerja “ dengan nada yang biasa aja

“ alhamdulillah “ jawab mama dengan penuh suka cita

Dari jawaban emaklah akhirnya membuat saya yakin ternyata saya ini adalah orang yang beruntung,, alhamdulillah... makasih ya Allah...
 karena sebelum saya menginjak dunia perkuliahan gak sedikit terbayangkan jika saya akan kuliah sambil kerja, alhasil mulai tanggal 9 januari 2009 tahun lalu pertama kalinya saya kerja sebagai recepsionis itu adalah pengalaman pertama saya di salah satu perusahaan operator yang sangat terkenal di kota Bandung. Saya ucapkan terimakasih banyak pada Pa Budi yang telah memberikan kesempatan ini kepada saya, walaupun sampai saat ini saya belum bisa membalas semua kebaikannya, makasih ya pa saya tidak akan melupakan semua kebaikan Bpk.

Oke, back to topic...
Setiap hari bahkan waktu saya bertemu dengan orang-orang yang berbeda, selalu memberikan senyuman termanis, menyapa orang-orang dengan nada suara termerdu  dan yang paling utama adalah harus menjaga penampilan… oh…. harus sering2 berkaca nich,
( hhhmmmmhm... ya nggak lucu donk kalau resepsionis penampilannya kucel bin kumel gitu,  pada lari ntar yang datang hehehe…. )

Akan saya kisahkan tentang pekerjaan ini kepada teman2, sekadar berbagi cerita, karena saya tidak ingin marah, sebel ataupun cemberut di depan mereka. makanya saya tulis aja. :)
Sebagai resepsionis tentunya saya selalu bertemu dengan berbagai macam orang yang datang ke kantor saya bekerja, mulai dari pengemis (wuih pengemis aja berani dateng) sampai direktur mau itu direktur Bank ataupun direktur dari vendor-vendor yang lain. Ada yang mukanya manis, cantik, imut, serem, cemberutan, gak sabaran dan berbagai jenis manusia lainnya sudah pernah saya temui. Begitu juga dengan komentar2 mereka, ada yang mengeluh karena kelamaan bertemu dengan orang kantor yang sudah janjian dengan beliau, ada yang mengeluh karena surat yang datang terlambat, ada yang maksa ingin bertemu dengan karyawan tapi karyawanya sendiri menolak bertemu, ada yang marah-marah gara2 masalah tower yang kurang diperhatikan dan ada juga yang marah-marah untuk masalah yang utama yaitu tentang nomor provider tersebut, yaa meskipun itu bukan tugas saya harusnya Customer Service yang menghandle tapi mau gak mau yang namaya resepsionis  karena yang paling depan ya gitu dech ( huuuuuuffftttt…. gitu kok nyalahin gw, gw kan bukan pak pos, dan bukan pula guru BK tempat kalian mengeluh ) cape dah !!!!!
Tapi dengan bekerjanya saya sebagai resepsionis maka saya bisa banyak belajar memahami sifat2 orang dan karakternya masing2, mulai dari jajaran Manager sampai dengan OB yang komentarnya selalu meledak2. Mudah2an saya selalu bisa bersyukur dan tersenyum menghadapi semua ini karena ini adalah Amanah dari Allah untuk saya. Mudah2an saya bisa bekerja dengan profesional selalu semangat untuk terus belajar dan bisa menahan diri dari amarah.

Salah satu msalah yang sering saya hadapi adalah........
“ Telpon di perusahaan saya ada 3 line  hanya ditangani oleh satu orang Resepsionis/OT. Pernah kejadian dalam satu kondisi semua line berdering, sedangkan saya tidak diberi fasilitas head phone, bisa dibayangkan gak betapa sibuknya saya, mending kalau tugasnya hanya menerima telpon saja yang didalamnya hanya menanyakan karyawan, lah ini yang harusnya pekerjaan Customer Service lah wong saya yang kena getahnya, belum lagi para tamu yang berdatangan dengan tujuan yang berbeda-beda ada yang mau bertemu dengan karyawan ini lah, ada yang mau anterin surat dah harus saya tandatangani sebagai bukti penerima lah dan ada pula yang meminta informasi tentang promo-promo yang sedang bekerjasama dengan provider tersebut. Lagi-lagi * Interkom berdering (panggilan dari dalam kantor):
 " Hallo bisa disambungkan ke no +6281809xxxx, Baru saja terputus “,
line 1 sudah berdering  " Bisa bicara dengan Bpk. Harto? ",
begitu pun dengan line 2, dan line 3.
Disini Resepsionis/OT dituntut untuk pandai-pandai mengaturnya, sebab bila tidak bisa menguasainya bisa-bisa akan stress ujungnya.
apa lagi saya pernah mengalami disaat-saat seperti itu ditambah Pak Manager duduk disebelah saya, bentrok antara tamu dengan telpon, bos saya menyarankan untuk terima telpon dulu, sedangkan saya ingin menangani tamu yang sedang berdiri didepan mata, logikanya gak mungkin kan kalu saya harus membiarkan tamu itu menunggu. Alhasih ( diam-diam gw cabut dah kabel itu bwt sementara supaya gw bisa tenang menerima tamu dengan baik tanpa diganggu bunyi telpon, dalem hati gw ngomong,  maaf ya pa bos ku yang baik hati dan tidak somseu eh salah sombong maksudnya bukannya gw ga bisa bekerja dengan baik tapi kondisinya sedang gak memungkinkan alias sibuuuuuuuuuuuuk buk buk buk!!!  ).

Ini mah cm so so busy, hehehe

Pada kenyataanya terkadang resepsionis harus mengerjakan pekerjaan diluar tugas dan tanggung jawab mereka (dalam tanda kutip),  misalnya harus berhadapan dengan para Debt Collector (DC) baik melalui telpon ataupun face to face, DC  ini memburu si terhutang untuk segera melunasi hutang-hutang mereka, akan beda hasilnya bila si terhutang mau menerima kehadiran DC tersebut, namun biasanya mereka enggan dan males untuk menemuinya atau pun belum bisa membayar tagihannya, sehingga jalan terakhir Resepsionis lah yang diminta untuk menemui DC oleh si terhutang, akibatnya Resepsionis terpaksa berbohong sebagai dalih menyelamatkan si terhutang. Hal seperti ini mau tak mau harus Resepsionis lakukan sebagai perumpamaan loyalitas kerja dan profesionalitas. Padahal mungkin pekerjaan seperti ini menjenuhkan, karena hampir setiap hari selalu berhubungan dengan telpon, telpon dan telpon.

Kalau saya bilang, "Resepsionis juga manusia", yang berhak atas hak-hak yang seharusnya mereka peroleh dari perusahaan dimana mereka bekerja. Cuti, jam istirahat yang berlaku diperusahaan tersebut dan lain-lain. Jangan sampai pada saat jam istirahat mereka masih "dipaksa" untuk memenuhi request telpon dari karyawan yang bersifat tidak urgent,  juga jangan sampai mereka diperlakukan berbeda dengan karyawan lain yang posisinya lebih tinggi. Bukannya sudah sepantasnya apabila Resepsionis ini bekerja dengan baik, dengan segenap loyalitas dan profesionalisme mereka, mereka bisa naik jabatan dengan harapan bisa meningkatkan kemampuan mereka, itupun dengan pertimbangan banyak hal.

Saya bersyukur alhamdulillah atas rezeki yang saya peroleh dengan bekerja sebagai Resepsionis. Apalagi suasana kerja disini sangat nyaman dan memberikan kebebasan dalam berbusana ( tapi dalam tanda kutip ) yang penting harus sopan meskipun harus menggunakan celana setan. Terkadang pekerjaan ini membuat saya merasa melelahkan, jenuh, kesal dan cape hati karena harus selalu mengalah dan mengalah meskipun bukan saya yang salah, tapi disisi lain saya sangat senang karena meskipun saya belum dapat gelar Diploma 3 tapi saya sudah mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang mungkin tidak seberapa kalau orang liat tapi dengan penghasilan yang saya dapat Alhamdulillah saya bisa ambil cicilan motor, membayar pembiayaan kuliah, mencukupi kebutuhan saya dan keluaga walaupun gak banyak2. Smuanya sangat saya nikmati dan syukuri....
Duuuuk jadi gak sabar nih nunggu endingnya ntr gimana jika saya sudah lulus D3 apakah nasib saya akan tetep bekerja di perusahan ini tapi jabatan saya naik ataukah di perusahaan lain yang bisa memberikan pekerjaan dengan jabatan dan penghasilan yang lebih baik dari sekarang ???
Apapun dan dimanapun itu pekerjaanya mudah2n itu yang terbaik untuk saya dan untuk masa depan saya...

I am ready to face future challenges.... go vivi semangaaaaaaaaaaaaaaat !!!!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar