Rabu, 10 November 2010

why oh why

sedikit ungakapan dari pada saya pendam lebih baik saya ceritakan di Blog ini....


Kenapa wanita banyak mengeluh terhadap hal-hal yang kecil sekalipun? Kenapa wanita selalu ribut kalau pasangannya gak pernah balas SMS atau telpon balik waktu pasangannya tidak sempat mengangkat telpon? Kenapa wanita selalu berpikir pake perasaan? Kenapa dan kenapa... Yup.. tanpa disadari kita hidup dengan perilaku yang sangat mengganggu pasangan bahkan orang lain disekitar kita. Saya enggak munafik untuk bilang “sama dengan wanita lainnya yang suka ribut dengan masalah kecil dan emosi kalau sms  saya gak dibales2, entah apa maknanya padahal saya udah coba beberapa kali tanya " kenapa sich sms ku ga dibales2? " tapi tetap gak ada perubahan dan gak ada sedikitpun mengerti apa yang saya inginkan dari pasangan, saya jadi mikir apa pacaran dengan yang lebih dewasa udah gak jaman2an lagi yach buat romantis2n di sms, akhirnya karna smsm saya selalu di cuekin saya hanya bisa berkata " my sms is not for you "..( hehe maaf ya )
Wanita sama dengan manusia lainnya yang bernama pria, tidak pernah puas dengan satu hal. Ketika wanita bilang sepatu merah sama pasangannya, bukan berarti dia mau beli sepatu merah tapi sepatu biru yang disebelahnya.. sepatu merah target pembelian berikutnya.
Kesalah pahaman antara pria dan wanita tidak bisa dihindari ketika mereka tidak mau sama-sama mengerti dan menyamakan persepsi atau sama-sama setuju untuk tidak setuju. Yeah.. hidup tidak semudah yang dibicarakan para filosofer ketika mereka membuat quotes yang suka kita pakai distatus Facebook atau Twitter, sama halnya dengan menyatukan perbedaan yang ada di antara wanita dan pria. Tidak satu dua kali saya berargumen ria dengan sang pacar tentang sebuah pemahaman atau tentang gosip sekalipun. Kalau salah satu tidak ada yang duluan berhenti, mungkin salah satu di antara kami ada yang pulang ke rumah orang tua (jangan sampe ya Allah.. untungnya saya tipe cewe yang nerimo dan sabar hihi wew..)

Ketika ada masalah dalam hubungan percintaan saya, biasanya dalam abad percintaan yang saya alami namanya laki-laki itu harus bisa menjadi “lautan panghampura” you know what sodara-sodara ? mudah untuk memaafkan maksudnya. Ya kenapa engga perasaan seorang wanita itu lebih sensitif lho dibandingkan laki-laki ( kecuali kalu laki2 banci ) dan tingkat romantisnya pun tidak sebanding dengan romantismenya laki-laki, coz wanita itu kan biasanya lebih muda dibandingkan laki-laki ya wajar lah kalau ternyata 9999% wanita di dunia ini ingin lebih di manja dan dimengerti.

Back to me
“ mungkin sudah menjadi naluri seorang wanita, dimana-mana yang mempengaruhi sikap dan tindakan seorang wanita tergantung pacarnya juga bagaimana dalam mengendalikan sikap dan tindakannya.  saya pribadi orangnya selalu mengikuti gimana yang menajdi seorang pacar, yang saya maksud disini adalah kalu pacar saya bisa bersikap lembut, baik, dan bisa mengerti pasti saya pun akan lebih baik dan lebih menghargainya, dibandingkan dengan laki-laki yang mempunyai sifat keras, egois tingkat tinggi, gampang marah-marah dan susah untuk memaafkan yaa jangan salahkan saya kalau saya pun kadang-kadang suka bersikap tidak sopan dan lebih kasar lagi lah wong kamu sendiri gitu kan??? hehe, bukannya sombong saya birbicara seperti ini tapi sekecil-kecilnya semut kalau di injek mulu pasti akan ngigit juga lho.
Kalu memang saya salah saya berusaha untuk minta maaf sekali, duakali, tigakali ( tapi belon juga dimaapin ?! gubrak)dan Berusaha untuk ngebaik2n juga, tapi kalau sang pacar masih tetep berkeras hari tidak langsung mau memaafkan saya, keputusan terakhir pasti saya akan DIAM. Karna usaha untuk meminta maaf sudah, tapi tetep tidak di maafkan maka kata terakhir yang saya ucapkan adalah TERSERAH. mudah-mudahan saya tidak sampai menangis karna cinta, kecuali menangis karna cinta saya untuk Allah SWT, untuk Kedua Orang Tua dan Saudara2, dan untuk orang-orang baik yang tulus menyayangi saya.”

Menyadari bahwa “too much complain would kill your honey”, akhirnya saya mencari cara untuk lebih menekan emosi dan lebih sabar juga ikhlas dalam menghadapi masalah. Adanya sebuah trauma masa kecil yang sulit saya ceritakan disini (tentu saja tidak bekaitan dengan keluarga saya.. they all just fine), membuat saya terlalu banyak berfikir untuk melakukan sesuatu sehingga sulit menentukan sikap, selalu lari dari masalah karena takut menghadapi kenyataan yang menanti, dan hal lainnya yang membuat langkah saya dalam menggapai sesuatu menjadi terhambat. Alhamdulillah saat ini saya dikelilingi orang-orang yang membawa aura positif tapi adanya sang pacar belum bisa mengajarkan saya tentang banyak hal dalam menghadapi ketakutan yang selama ini hanya bisa saya jauhi bukan untuk diselesaikan bahkan dihilangkan.
Untuk menyatukan perbedaan antara saya dan sang pacar yang sekarang sedang saya jalani yang bedanya beda banget, sama-sama egois tingkat tinggi dan gak mau saling ngalah!!,
Tapi mau gak mau karna sekarang saya sudah tunangan, saya harus lebih banyak mengalah selama hal itu masih masuk akal dan mungkin mengarah ke hal yang lebih baik lagi. Dan semoga dengan sikap saya yang akan belajar utnuk mengalah, ini tidak membuat sang pacar menjadi besar kepala bahkan menjadi seperti anak kecil. Karena dari sejarahnya juga dimana-mana yang menjadi imam itu adalah seorang laki-laki bukan seorang wanita, mungkin kalau laki-laki yang baik hati dia akan berusaha menghargai wanita dan akan berusaha agar tidak menyakiti perasaannya seorang wanita, karena kalau laki-laki yang sayang terhadap ibunya pasti laki-laki tersebut akan lebih menyayangi seorang wanita lain ( pacar atau teman misalnya ). Mudah-mudahan you you you sependapat sama gw )hehehe

 Ketika berniat memotong rambut seperti masa ABG dulu, pasti akan menuai protes beruntun dari sang pacar. Padahal sudah dijelaskan tidak akan pendek-pendek banget cuma mau pake aja alias poni “tanpa tirai yang terbuka”, bukan hanya kata yang keluar dari mulut sang pacar, ancaman beserta aksi tutup mulut pun dilakukan (alaaaah lebay hahaha..). Apalagi membicarakan pakaian.. wah bisa-bisa saya sakit hati seminggu kalau saya mau beli baju terus sang pacar bilang, “itu baju atau taplak meja?”. Itulah pria ( tapi pacar kuw sekarang ndak terlalu banyak menghiraukan tentang pakaian kuw, apa emang dasarnya ndak perhatian yach,, hehehe Q-dink say ) ..

They don’t really understand our fashion trend yang bergerak cepat, so you possibly look ridiculous in his eyes waktu pake baju asimetris atau celana motif zebra. Waktu jaman pacaran dengan mantan dulu, saya pernah pake legging dan sepatu flat model vintage warna hitam kalo jalan sama dia.. bisa dibayangkan dong when you feel completely standout, beautiful and dress to kill, ketika dia melihatmu dengan penuh pengharapan dia bakalan bilang kamu cantik bla bla bla.. tapi ketika itu dalam hitungan detik, dengan mimik wajahnya yang kritis dia bilang,”kamu mau senam ya?”.. gubrag @#$%??!!!!

Pemikiran wanita dan pria memang berbeda sudut pandangnya, tapi dengan perbedaan itulah yang memberikan warna dalam perjalanan cinta saya dengan sang pacar. Dibawa senyum dan enjoy aja kalau perbedaan itu muncul, walaupun awalnya nangis darah. Lama-lama akan terbiasa dan menemukan sendiri jalan keluarnya ketika konflik muncul  ( gila kali emangnya hatikuw ini terbuat dari besi dan baja apa pake akan terbiasa segala, bisa-bisa kalu perbedaan itu jadi konflik melulu meningan aku minta capcus ajah dah ). But tetep harus  Saling mengisi dan saling mengerti kekurangan dan kelebihan masing-masing, bahkan ketika sang pacar telat bales SMS atau tidak mengangkat telpon dan tidak menelepon balik. Capek bener kalau ribut tiap hari gara-gara SMS, Dia punya hal besar yang ada dikepalanya, she doesn’t sweat the small stuff. Jangankan sang kekasih tidak membalas SMS dengan cepat, memikirkannya seharian penuh aja enggak sempet karena misi dunia menanti. Sama halnya dengan kita-kita para wanita, suruh gantian si pria yang mikirin dan sering-sering smsin kita.. kalau dia ga mau ya cari yang baru.. penyelesaian yang mudah kan? ;) hehehe

Yaaa semoga kita para wanita bisa mendapatkan laki-laki yang soleh, baik, tingkat egoisnya tidak terlalu tinggi, penyabar, mudah untuk memaafkan dan bisa saling mengalah juga mengerti agar kita juga sebagai wanita bisa bersikap lebih baik juga... amin...

sekilas info :

 hehehe ini lho yang dimaksud poni
bertiray tanpa satu pun yang
terbuka,,, hehehe
nampak baby face kan?! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar